Subsun Membentuk Bayangan Matahari di Bawah Pesawat melalui Kristal Es Mendatar
Redaksi ·

Foto: GerritR / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0
Subsun adalah bercak cahaya yang tampak di bawah posisi Matahari ketika pengamat berada di atas lapisan awan. Fenomena ini sering terlihat dari pesawat dan termasuk keluarga gejala optik atmosfer yang melibatkan kristal es.
Kajian J. I. Katz menjelaskan subsun sebagai pantulan spekular sinar Matahari oleh lempeng es yang orientasinya hampir mendatar. Permukaan kristal bertindak seperti banyak cermin kecil yang bersama-sama menghasilkan citra semu Matahari di bawah cakrawala.
Bentuk bercaknya tidak selalu bulat. Jika lempeng kristal sedikit bergoyang karena aliran udara, arah pantulan menyebar dan subsun dapat memanjang menjadi kolom vertikal di bawah Matahari.
Penelitian menggunakan instrumen POLDER menunjukkan bahwa sinyal pantulan terarah dari kristal mendatar dapat dipakai untuk menaksir bagian kristal yang terorientasi serta sudut kemiringannya. Hanya sebagian kecil kristal yang perlu sejajar untuk menghasilkan kilau yang terdeteksi.
Subsun berbeda dari pelangi: warna tidak dipisahkan terutama melalui pembiasan dalam tetes air, melainkan cahaya dipantulkan oleh bidang kristal es. Karena bergantung pada geometri, pengamat di posisi berbeda dapat melihat tampilan yang berbeda pula.
Foto dari jendela pesawat pada 24 November 2017 menunjukkan bercak terang di atas lapisan awan. Dokumentasi itu menjadi contoh visual, bukan pengukuran ilmiah atas bentuk atau jumlah kristal pada kejadian tersebut.
Sumber: https://arxiv.org/abs/ao-sci/9609001; https://arxiv.org/abs/1106.1227
Dokumentasi foto: Subsun terlihat di atas lapisan awan dari jendela pesawat, 24 November 2017. Kredit GerritR / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Untersonne_%C3%BCber_den_Wolken_II.jpg. Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: orientasi dinormalkan, diperkecil bila perlu, dikonversi ke JPEG, dan dikompresi tanpa mengubah substansi.
Catatan editorial: artikel pengetahuan ini disusun dari sumber tertaut dan tidak dinyatakan sebagai berita terbaru.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains