Mengapa Fogbow Tampak Putih Ketika Pelangi Penuh Warna
Redaksi ·

Foto: SMeyer / CC BY-SA 4.0
Fogbow adalah busur cahaya yang terbentuk ketika sinar Matahari atau Bulan berinteraksi dengan butir air sangat kecil di kabut atau mist. Atlas Awan Internasional milik Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menggolongkannya sebagai pelangi primer yang tampak pada layar kabut.
Seperti pelangi biasa, proses dasarnya melibatkan pembiasan dan pemantulan cahaya di dalam tetes air. Namun, ukuran butir kabut yang sangat kecil membuat difraksi berperan lebih besar dan pita-pita warna saling melebar serta bertumpang tindih.
Hasilnya adalah busur putih lebar, bukan susunan warna tajam. WMO mencatat sisi luar busur kadang memiliki tepian merah tipis dan samar, sementara sisi dalam dapat menunjukkan tepian biru yang juga tipis.
Nama lain fenomena ini adalah cloudbow, mistbow, atau white rainbow. Penyebutan itu menggambarkan penampilannya, tetapi tidak mengubah mekanisme fisik yang mendasarinya: cahaya memerlukan kabut di arah berlawanan dari sumber cahaya agar busur dapat terlihat oleh pengamat.
Fogbow dapat tampak sangat pucat sehingga kontras dengan latar menjadi penting. Foto dokumentasi di dataran rendah Wümme, Bremen, memperlihatkan busur putih yang membentang di atas lapisan kabut pada pagi hari 4 Oktober 2024.
Fenomena ini tidak menjadi petunjuk cuaca ekstrem. Ia lebih tepat dipahami sebagai geometri cahaya, pengamat, dan tetes air pada saat yang kebetulan selaras—contoh bagaimana perubahan ukuran partikel dapat mengubah warna yang diterima mata.
Sumber:
• https://cloudatlas.wmo.int/en/fog-bow.html
Dokumentasi foto:
Foto: Fogbow di atas dataran rendah Wümme, Bremen, didokumentasikan 4 Oktober 2024. Kredit: SMeyer. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Fog_bow_over_the_W%C3%BCmme_lowlands,_Bremen_2024-10-04.jpg. Lisensi: CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0). Perubahan: orientasi EXIF dinormalkan, ukuran diperkecil proporsional bila melebihi 1.800 piksel, dan dikonversi ke JPEG kualitas 88; tidak ada perubahan isi.
Catatan editorial: artikel evergreen kurasi Redaksi Opinix, bukan laporan terbaru atau liputan lapangan. Fakta diperiksa pada sumber yang tercantum; tidak ada wawancara atau kutipan yang direka.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains