Berita Sehari
Sains

Feature Sains: Nebula Planeter Bukan Planet, Melainkan Babak Akhir Sebuah Bintang

Redaksi Opinix ·

Nebula planeter NGC 3918 dalam citra Hubble yang dipublikasikan 2 Agustus 2010. Tanggal sumber: 2010-08-02.
Nebula planeter NGC 3918 dalam citra Hubble yang dipublikasikan 2 Agustus 2010. Tanggal sumber: 2010-08-02.
Foto: Foto: ESA/Hubble and NASA. Halaman berkas: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Planetary_nebula_NGC_3918.jpg. Lisensi: CC BY 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/3.0). Perubahan: orientasi disesuaikan, ukuran diperkecil, dan format dikonversi ke JPEG; substansi gambar tidak diubah.

Ini adalah feature pengetahuan, bukan berita penemuan terbaru. Istilah nebula planeter terdengar seperti tempat lahir planet, padahal objek ini adalah selubung gas yang dilepaskan bintang bermassa rendah hingga menengah menjelang akhir hidupnya. Nama tersebut bertahan karena astronom masa awal melihat bentuk kaburnya seperti cakram planet melalui teleskop kecil.

NASA menjelaskan bahwa ketika bintang mirip Matahari menghabiskan bahan bakar inti, lapisan luarnya mengembang dan akhirnya terlontar. Sisa inti menjadi katai putih yang sangat panas. Radiasi ultraviolet dari inti itulah yang mengionisasi gas di sekitarnya sehingga selubung tampak bercahaya.

Bentuk nebula planeter tidak selalu bulat. Citra Hubble menunjukkan cincin, jam pasir, gelembung, dan susunan berlapis. Angin bintang, medan, debu, serta kemungkinan bintang pendamping dapat memengaruhi bagaimana materi mengalir. Bentuk yang terlihat dari Bumi juga dipengaruhi arah pandang terhadap struktur tiga dimensi.

NGC 3918 menjadi salah satu contoh. Halaman aset NASA menempatkannya di rasi Centaurus, sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi, dengan diameter kira-kira 0,3 tahun cahaya. NASA menggambarkan selubung luarnya relatif bulat dan bagian dalamnya lebih memanjang akibat angin cepat dari bintang pusat.

Angka jarak pada publikasi populer tidak selalu sama karena metode dan data pengamatan berkembang. Halaman Commons yang menyertai foto menyebut sekitar 4.900 tahun cahaya, sedangkan halaman aset NASA mencantumkan sekitar 3.000 tahun cahaya. Karena itu, angka dalam feature ini diperlakukan sebagai estimasi sumber, bukan ukuran tunggal yang mutlak.

Mempelajari nebula planeter membantu astronom memahami daur hidup bintang dan pengembalian materi ke ruang antarbintang. Matahari diperkirakan akan melalui tahap serupa dalam beberapa miliar tahun, tetapi proses itu bukan ancaman bagi kehidupan manusia sekarang. Objek yang indah ini pada dasarnya adalah laboratorium evolusi bintang.

Sumber: NASA Science, “Hubble’s Nebulae”, https://science.nasa.gov/mission/hubble/science/universe-uncovered/hubble-nebulae/ ; NASA Science, “Planetary Nebula NGC 3918”, https://science.nasa.gov/asset/hubble/planetary-nebula-ngc-3918/ ; NASA Science, “The Lives, Times, and Deaths of Stars”, https://science.nasa.gov/universe/stories/quick-reads/the-lives-times-and-deaths-of-stars/ . Diakses 11 Oktober 2026.

Catatan editorial: Feature ini merangkum materi NASA dan menyatakan perbedaan estimasi jarak secara terbuka. Tidak ada klaim pengamatan baru, dan foto merupakan citra teleskop yang telah diproses untuk menampilkan emisi cahaya.

Baca juga