Berita Sehari
Sains

Feature Sains: DNA Lingkungan Mencari Jejak Organisme tanpa Menangkapnya

Redaksi Opinix ·

Pengambilan sampel air untuk analisis DNA lingkungan atau eDNA. Tanggal sumber: 2017-06-06 09:02.
Pengambilan sampel air untuk analisis DNA lingkungan atau eDNA. Tanggal sumber: 2017-06-06 09:02.
Foto: Foto: Monica Blaser, photographer, U.S. Fish and Wildlife Service, Midwest Region. USFWSmidwest. Halaman berkas: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:EDNA_Water_Sampling_(36024122736).jpg. Lisensi: Public domain (). Perubahan: orientasi disesuaikan, ukuran diperkecil, dan format dikonversi ke JPEG; substansi gambar tidak diubah.

Ini adalah feature sains, bukan pengumuman temuan terbaru. Environmental DNA atau eDNA adalah materi genetik yang dilepaskan organisme ke lingkungan. Sampel air, tanah, atau sedimen dapat membawa serpihan sel, lendir, kotoran, dan jaringan yang kemudian dianalisis untuk mencari tanda keberadaan organisme.

U.S. Geological Survey menjelaskan bahwa eDNA dapat dipakai di lingkungan perairan maupun daratan dengan metode molekuler. Alih-alih harus melihat atau menangkap hewan secara langsung, peneliti mengambil sampel lingkungan dan mencari urutan genetik sasaran. Pendekatan ini berguna ketika spesies jarang, tersembunyi, atau sulit diamati.

NOAA Ocean Exploration menggambarkan eDNA di laut sebagai materi genetik yang tertinggal di kolom air. Air disaring, materi pada filter diproses, lalu hasilnya dibandingkan dengan penanda genetik. Karena yang ditemukan adalah jejak, hasil positif menunjukkan materi target terdeteksi pada sampel, bukan otomatis memberi jumlah pasti individunya.

Salah satu kegunaan penting adalah deteksi dini spesies invasif. USGS juga menekankan potensi untuk menemukan spesies langka dan samar. Survei dapat mengarahkan tim lapangan ke lokasi yang perlu diperiksa lebih rinci, sehingga waktu dan tenaga observasi digunakan lebih terarah.

Metode ini tetap memiliki batas. Arus dapat memindahkan DNA dari lokasi asal, materi genetik mengalami peluruhan, dan kontaminasi dapat masuk saat pengambilan atau pemrosesan sampel. Kontrol kosong, pencatatan lokasi, pengulangan sampel, dan prosedur laboratorium yang ketat diperlukan sebelum kesimpulan dibuat.

eDNA sebaiknya dipahami sebagai pelengkap, bukan penghapus metode survei lain. Kamera, jaring, pengamatan visual, rekaman suara, dan identifikasi habitat tetap memberi informasi yang tidak selalu tersedia dari DNA. Kekuatan terbesar muncul ketika beberapa jenis bukti dibaca bersama.

Sumber: U.S. Geological Survey, “Environmental DNA (eDNA)”, https://www.usgs.gov/water-science-school/science/environmental-dna-edna ; NOAA Ocean Exploration, “Environmental DNA (eDNA)”, 23 Juli 2020, https://oceanexplorer.noaa.gov/technology/edna/ . Diakses 11 Oktober 2026.

Catatan editorial: Tulisan ini merupakan feature pengetahuan berbasis lembaga sains pemerintah. Penjelasan disederhanakan untuk pembaca umum dan tidak menyatakan hasil penelitian baru maupun memberi panduan laboratorium.

Baca juga