Berita Sehari
Sains

Desert Varnish Menyelimuti Batu dengan Lapisan Tipis yang Berbeda dari Batuan Dasarnya

Redaksi Opinix ·

Petroglif pada lapisan desert varnish di Dinosaur National Monument, arsip USGS bertanggal halaman 9 Juli 2005. Fotografer individual dan tanggal pemotretan tidak dicantumkan. Dokumentasi batu berukir, bukan kondisi lokasi terkini.
Petroglif pada lapisan desert varnish di Dinosaur National Monument, arsip USGS bertanggal halaman 9 Juli 2005. Fotografer individual dan tanggal pemotretan tidak dicantumkan. Dokumentasi batu berukir, bukan kondisi lokasi terkini.
Foto: U.S. Geological Survey, Geology and Ecology of National Parks; fotografer individual tidak disebut / Public domain — Sources/Usage pada halaman foto USGS

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Pada tebing di kawasan kering, warna gelap dapat berasal dari lapisan tipis di permukaan batu. National Park Service menjelaskan bahwa sebutan desert varnish sering mencakup campuran beberapa jenis lapisan, bukan satu bahan yang seragam.

Lapisan itu berbeda komposisi dari batuan di bawahnya. Bahan penyusunnya dapat berasal dari debu terbawa angin, air yang melewati permukaan, serta aktivitas mikroorganisme, termasuk jamur.

Rock varnish dalam pengertian lebih khusus terutama mengandung mineral lempung dan oksida besi serta mangan. Kadar mangan yang lebih tinggi cenderung menghasilkan tampilan lebih hitam.

Namun, mekanisme pemusatan oksida mangan belum sepenuhnya dipahami. NPS menyebut kemungkinan keterlibatan proses fisik, kimia, dan aktivitas biologis; penjelasan itu tidak menetapkan satu penyebab tunggal.

Jenis pelapis lain dapat hadir bersama, termasuk pengerasan permukaan dan lapisan silika. Karena itu, tidak semua guratan hitam pada tebing boleh langsung diidentifikasi sebagai rock varnish dengan komposisi yang sama.

Petroglif memperlihatkan kontras lapisan tersebut: pengukiran menembus permukaan gelap hingga batu yang lebih terang terlihat. Foto Dinosaur National Monument menjadi contoh dokumentasi, bukan izin menyentuh atau menggores batu bersejarah.

Sumber (diperiksa 17 Oktober 2026 WIB):

National Park Service: Desert Varnish, penjelasan lapisan permukaan batu

https://home.nps.gov/articles/desertvarnish.htm

USGS: petroglif Dinosaur National Monument, arsip 9 Juli 2005

https://www.usgs.gov/media/images/dinosaur-national-monument-petroglyphs-lizards-and-other-images

Foto dokumentasi / ilustrasi: Petroglif pada lapisan desert varnish di Dinosaur National Monument, arsip USGS bertanggal halaman 9 Juli 2005. Fotografer individual dan tanggal pemotretan tidak dicantumkan. Dokumentasi batu berukir, bukan kondisi lokasi terkini.

Pembuat/kredit: U.S. Geological Survey, Geology and Ecology of National Parks; fotografer individual tidak disebut.

Halaman foto:

https://www.usgs.gov/media/images/dinosaur-national-monument-petroglyphs-lizards-and-other-images

Lisensi atau dasar izin: Public domain — Sources/Usage pada halaman foto USGS.

https://www.usgs.gov/media/images/dinosaur-national-monument-petroglyphs-lizards-and-other-images

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan, penambahan objek, atau manipulasi isi.

Catatan editorial: Tulisan pengetahuan nonaktual Redaksi Opinix berdasarkan penjelasan NPS dan dokumentasi USGS. Ketidakpastian mekanisme pembentukan dipertahankan; foto tidak digunakan untuk mendiagnosis komposisi setiap bagian tebing.

Baca juga