Feature Sains: Barometer Aneroid Mengubah Tekanan Udara Menjadi Gerak Jarum
Redaksi ·

Foto: Ka23 13 / Wikimedia Commons / CC BY 4.0
Feature sains — Barometer mengukur tekanan udara, yakni dorongan atmosfer pada suatu permukaan. Pada barometer aneroid, perubahan tekanan diterjemahkan menjadi gerak mekanis tanpa memakai kolom cairan.
National Weather Service mendefinisikan barometer aneroid sebagai instrumen dengan jarum yang terhubung ke bagian atas kotak hampa. Ketika tekanan atmosfer berubah, bagian lentur kotak membengkok ke dalam atau keluar dan menggerakkan jarum.
NOAA menjelaskan bahwa gagasan barometer “kering” telah dirumuskan sekitar 1700, sedangkan versi aneroid yang bekerja dibuat oleh Lucien Vidie pada 1843. Rancangannya lebih mudah dipindahkan daripada barometer raksa yang berat dan rapuh.
Gerak sel aneroid sangat kecil, sehingga tuas dan pegas memperbesarnya sebelum jarum bergerak di sepanjang skala. Mekanisme itu membuat perubahan yang tidak terasa oleh tubuh menjadi tanda yang dapat dibaca.
Angka tekanan tidak berdiri sendiri sebagai ramalan cuaca. Kecenderungan naik atau turun, lokasi, ketinggian, kalibrasi, dan informasi meteorologi lain perlu dibaca bersama; satu nilai pada satu waktu tidak menjamin hujan atau cerah.
NOAA juga mencatat bahwa barometer aneroid dahulu diverifikasi terhadap barometer raksa. Kini banyak alat menggunakan sensor elektronik, tetapi prinsip kalibrasi tetap penting agar angka yang tampil tidak sekadar presisi semu.
Foto utama memperlihatkan barometer aneroid pada ketinggian sekitar 2.450 meter di Prefektur Toyama, Jepang, tanggal 5 Oktober 2019. Angka pada dial adalah keadaan alat dan lokasi saat didokumentasikan, bukan acuan tekanan untuk tempat lain.
Sumber: NOAA JetStream, “Measure the Pressure II — The Dry Barometer”, https://www.noaa.gov/jetstream/ll-pressure2 ; National Weather Service Glossary, “Aneroid Barometer”, https://forecast.weather.gov/glossary.php?word=Aneroid+Barometer . Diakses 13 Oktober 2026.
Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan feature sains evergreen dan bukan ramalan cuaca. Foto oleh Ka23 13, 5 Oktober 2019, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Barometer_20191005_210534.jpg dengan lisensi CC BY 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains