Berita Sehari
Sains

Gerak Brownian Membuat Partikel Kecil Terus Berjalan Acak

Redaksi ·

Bola lateks fluoresen berdiameter 20 nanometer bergerak di dalam air, direkam 3 Desember 2010. Portal menggunakan satu bingkai dari animasi.
Bola lateks fluoresen berdiameter 20 nanometer bergerak di dalam air, direkam 3 Desember 2010. Portal menggunakan satu bingkai dari animasi.
Foto: Jkrieger / German Cancer Research Center / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Gerak Brownian adalah gerak tak beraturan partikel kecil yang tersuspensi dalam cairan atau gas. Di bawah mikroskop, lintasan partikel tampak berbelok terus tanpa arah tetap, meski wadahnya tidak sedang diaduk.

Gerak itu muncul dari tumbukan molekul fluida pada permukaan partikel. Jumlah tumbukan sangat besar, tetapi pada skala kecil dorongan sesaat dari berbagai arah tidak selalu saling meniadakan dengan sempurna, sehingga posisi partikel berubah secara acak.

Robert Brown mendokumentasikan gerak partikel pada abad ke-19, tetapi penjelasan statistiknya berkembang kemudian. Kajian awal abad ke-20 menghubungkan perpindahan rata-rata kuadrat dengan waktu dan koefisien difusi, membantu menjadikan gerak acak sebagai bukti kuantitatif tentang aktivitas molekul.

Arah satu langkah tidak dapat dipakai meramal langkah berikutnya secara pasti. Yang dapat diprediksi adalah sifat kumpulan lintasan, misalnya seberapa luas partikel menyebar setelah waktu tertentu. Perbedaan antara lintasan tunggal dan pola statistik inilah inti pembahasannya.

Ukuran partikel, suhu, dan kekentalan fluida memengaruhi perilaku yang teramati. Karena itu, perbandingan eksperimen harus mengendalikan kondisi tersebut dan memperhitungkan keterbatasan kamera, fokus, serta interval pengambilan gambar.

Gambar pendamping berasal dari animasi bola lateks fluoresen berdiameter 20 nanometer di dalam air yang direkam dengan mikroskop iluminasi bidang selektif. Portal menyimpan satu bingkai sebagai JPEG, sehingga pola waktunya tidak terlihat lengkap pada gambar diam.

Gerak Brownian penting dalam fisika materi lunak, kimia, dan biologi karena difusi pada skala kecil memengaruhi perpindahan partikel dan molekul. artikel ini menjelaskan prinsip dasar, bukan petunjuk untuk menyimpulkan ukuran partikel dari satu gambar tanpa kalibrasi.

Sumber: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11905425/ ; https://arxiv.org/abs/cond-mat/0502602

Catatan editorial: artikel evergreen ini merangkum bab ilmiah terbuka dan tinjauan pedagogis tentang gerak Brownian. Bukan berita penelitian terbaru; contoh video memperlihatkan bola lateks fluoresen, bukan molekul air secara langsung.

Dokumentasi foto: Bola lateks fluoresen berdiameter 20 nanometer bergerak di dalam air, direkam 3 Desember 2010. Portal menggunakan satu bingkai dari animasi.

Kredit foto: Jkrieger / German Cancer Research Center / Wikimedia Commons.

Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Brownianmotion_beads_in_water_spim_video.gif

Lisensi foto: CC BY-SA 3.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0

Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Baca juga