Berita Sehari
Sains

Busur Sirkumzenital Muncul Tinggi di Langit, Bukan di Dekat Hujan

Redaksi ·

Busur sirkumzenital di atas lahan basah Alam-Pedja, Estonia, didokumentasikan 23 Maret 2025.
Busur sirkumzenital di atas lahan basah Alam-Pedja, Estonia, didokumentasikan 23 Maret 2025.
Foto: Hall Wild / CC BY 4.0

Busur sirkumzenital adalah setengah lingkaran berwarna yang tampak dekat zenit, sehingga kadang dijuluki pelangi terbalik. Atlas Awan Internasional Organisasi Meteorologi Dunia menempatkannya sebagai fenomena halo dan menyebut puncak busur berada sekitar 48 derajat di atas Matahari.

Warna busur tersusun berbeda dari pelangi hujan: merah berada di sisi bawah atau luar, sedangkan ungu di sisi atas atau dalam. Pembentuknya ialah pembiasan cahaya melalui kristal es berbentuk lempeng yang tersusun mendatar di atmosfer tinggi.

Syarat geometrinya ketat. WMO mencatat fenomena ini hanya muncul ketika elevasi sumber cahaya, misalnya Matahari, kurang dari 32 derajat. Peluang pengamatan lebih besar saat Matahari berada pada ketinggian sekitar 15–25 derajat dan parhelia atau sundog juga terlihat.

Ketika elevasi Matahari sekitar 22 derajat, busur dapat menyentuh halo 46 derajat jika halo itu hadir. Perubahan ketinggian Matahari kemudian mengubah ukuran dan jarak antargejala, sehingga bentuk yang dilihat pengamat juga berubah.

Foto Hall Wild pada 23 Maret 2025 mendokumentasikan busur sirkumzenital di atas lahan basah Alam-Pedja, Estonia. Citra tersebut relevan karena menampilkan busur warna tinggi di langit, sementara sumber cahayanya berada di luar bingkai dan tidak ada tirai hujan yang menjadi layar seperti pada pelangi biasa.

Membedakan fenomena ini dari pelangi membantu pembacaan langit secara lebih teliti: pelangi berkaitan dengan tetes air, sedangkan busur sirkumzenital dengan kristal es serta sudut Matahari. Pengamatan sebaiknya dilakukan tanpa menatap Matahari langsung dan tanpa memakai alat optik yang tidak memiliki pelindung sesuai.

Sumber:

• https://cloudatlas.wmo.int/en/circumzenithal-arc.html

• https://commons.wikimedia.org/wiki/File:A_circumzenithal_arc_above_the_wetlands_of_Alam-Pedja.jpg

Dokumentasi foto:

Foto: Busur sirkumzenital di atas lahan basah Alam-Pedja, Estonia, didokumentasikan 23 Maret 2025. Kredit: Hall Wild. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:A_circumzenithal_arc_above_the_wetlands_of_Alam-Pedja.jpg. Lisensi: CC BY 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0). Perubahan: orientasi EXIF dinormalkan, ukuran diperkecil proporsional bila melebihi 1.800 piksel, dan dikonversi ke JPEG kualitas 88; tidak ada perubahan isi.

Catatan editorial: artikel evergreen kurasi Redaksi Opinix, bukan berita terbaru atau liputan lapangan. Fakta diperiksa pada sumber yang tercantum; tidak ada wawancara atau kutipan yang direka.

Baca juga