Berita Sehari
Sains

Mammatus Menggantung di Dasar Awan, Bukan Bukti Tunggal Terbentuknya Tornado

Redaksi Opinix ·

Mammatus di atas Regina, Saskatchewan, Kanada, 26 Juni 2012, karya Craig Lindsay; judul foto: Mammatus clouds regina sk june 2012. Salinan ditampilkan NASA APOD pada 18 Oktober 2015. Bukan kondisi cuaca Indonesia atau foto terbaru.
Mammatus di atas Regina, Saskatchewan, Kanada, 26 Juni 2012, karya Craig Lindsay; judul foto: Mammatus clouds regina sk june 2012. Salinan ditampilkan NASA APOD pada 18 Oktober 2015. Bukan kondisi cuaca Indonesia atau foto terbaru.
Foto: Craig Lindsay / CC BY-SA 3.0 — Mammatus clouds regina sk june 2012

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Bentuk seperti kantong-kantong yang menggantung di bawah awan dikenal sebagai mammatus. Panduan National Weather Service menggambarkannya sebagai tonjolan halus dan membulat, biasanya di bawah bagian landasan awan badai.

UCAR Center for Science Education menjelaskan keterkaitannya dengan udara yang bergerak turun. Bentuk ini berbeda dari bayangan umum bahwa pertumbuhan awan selalu tampak sebagai gumpalan yang menjulang ke atas.

Penjelasan NASA APOD menambahkan bahwa kantong awan dapat berisi tetes air besar atau es yang turun ke udara lebih jernih sambil menguap. Kondisi turbulen dekat badai dapat menjadi lingkungan kemunculannya.

NWS menegaskan mammatus sering menyertai badai kuat, tetapi tonjolan awan itu sendiri tidak menghasilkan cuaca buruk. Mammatus juga bisa muncul bersama badai yang tidak tergolong kuat, sehingga bentuknya bukan ukuran tunggal tingkat bahaya.

Karena rupa awan dapat menipu pengamatan, panduan pengamat badai membedakan mammatus dari puting beliung. Penilaian tornado memerlukan tanda lain, termasuk putaran yang terorganisasi dan bertahan, bukan sekadar bagian awan yang tampak menurun.

Mengenali bentuk bukan alasan mendekati badai untuk memotret. NWS Wilmington tidak menganjurkan pengejaran badai; foto arsip Regina yang menyertai tulisan ini merupakan bahan pengenalan, bukan peringatan cuaca untuk Indonesia hari ini.

Sumber (diperiksa 17 Oktober 2026 WIB):

National Weather Service: Fake Tornadoes, bagian Mammatus

https://www.weather.gov/spotterguide/tor_fake

UCAR Center for Science Education: Mammatus Clouds

https://scied.ucar.edu/image/mammatus-clouds

NASA APOD: Mammatus Clouds Over Saskatchewan, 18 Oktober 2015

https://science.nasa.gov/image-article/apod-2015-october-18-mammatus-clouds-over-saskatchewan/

NWS Wilmington: Local Spotter Guide

https://www.weather.gov/iln/skywarn_guide

Foto dokumentasi / ilustrasi: Mammatus di atas Regina, Saskatchewan, Kanada, 26 Juni 2012, karya Craig Lindsay; judul foto: Mammatus clouds regina sk june 2012. Salinan ditampilkan NASA APOD pada 18 Oktober 2015. Bukan kondisi cuaca Indonesia atau foto terbaru.

Pembuat/kredit: Craig Lindsay.

Halaman foto:

https://science.nasa.gov/image-article/apod-2015-october-18-mammatus-clouds-over-saskatchewan/

Lisensi atau dasar izin: CC BY-SA 3.0 — Mammatus clouds regina sk june 2012.

https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/

Perubahan: Ukuran dan orientasi disesuaikan bila diperlukan, kemudian dikodekan ulang sebagai JPEG, tanpa pemotongan atau manipulasi isi. Menggunakan salinan yang dihosting NASA APOD dari karya Craig Lindsay, bukan karya NASA. Adaptasi foto didistribusikan dengan lisensi CC BY-SA 3.0.

Situs atribusi pemilik foto:

https://en.wikipedia.org/wiki/File:Mammatus_clouds_regina_sk_june_2012.JPG

Catatan editorial: Tulisan pengetahuan nonaktual Redaksi Opinix berdasarkan sumber meteorologi primer. Foto karya pihak ketiga berlisensi CC BY-SA, bukan otomatis domain publik karena ditampilkan NASA; tidak ada prakiraan lokal yang dibuat dari gambar.

Baca juga