Langsung ke isi
Minggu, 8 November 2026 · Baca sebentar. Paham lebih banyak.Redaksi · Pedoman · Koreksi
Sains, teknologi, dan pengetahuan untuk keseharian.
Teknologi

Kenapa Server Bank Bisa Lumpuh Diserang DDoS? Ini Cara Kerja Serangan dan Penangkalnya

Deretan server di dalam rak pusat data, sasaran serangan DDoS
Foto: Abigor / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

JAKARTA – Kenapa, ya, layanan bank bisa mendadak lambat atau tidak bisa diakses saat diserang? Pertanyaan itu relevan setelah data FortiGuard Labs per 7 November 2026 menunjukkan sekitar 214 ribu aktivitas serangan siber yang terdeteksi menyasar sektor perbankan, keuangan, dan asuransi di Indonesia, menurut Industry.co.id.

Salah satu jenis serangan yang paling sering adalah Distributed Denial of Service (DDoS). Cara kerjanya mirip jalan raya yang tiba-tiba dibanjiri ribuan kendaraan kosong: jalurnya penuh, sehingga kendaraan yang benar-benar perlu lewat tidak bisa bergerak.

Pengamat teknologi informasi Dicky Yuniarto menjelaskan kepada TIMES Indonesia bahwa pelaku membanjiri server dengan lalu lintas data dari ribuan hingga jutaan perangkat yang sudah dikuasai dalam jaringan botnet. Server kehabisan sumber daya, lalu layanan melambat atau berhenti.

Ruang pusat operasi jaringan dengan layar pemantauan
Ruang pusat operasi jaringan milik perusahaan telekomunikasi di Bahrain. Foto arsip sebagai ilustrasi ruang pemantauan, bukan milik bank di Indonesia. Foto: Masdestructive / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Skalanya membesar. StormWall mencatat serangan DDoS ke target di Indonesia naik 62 persen pada kuartal I 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sekitar 70 persen bermotif finansial, dan sekitar 41 persen disertai permintaan tebusan.

Serangan di Indonesia juga lebih awet: hanya 62 persen yang selesai dalam kurang dari lima menit, dibanding 78 persen secara global. Dicky menambahkan, DDoS juga bisa menjadi pengalih perhatian saat pelaku mencoba menyusup.

Di sinilah peran tim TI bank. Pesan inti yang dikirim ke redaksi menyebut pegawai TI di bank-bank Indonesia sedang berhadapan dengan para peretas. Tugas mereka antara lain memisahkan trafik asli dari trafik palsu, memblokir sumber berbahaya, dan menjaga cadangan sistem agar layanan cepat pulih.

OJK juga mengingatkan bahwa sistem dan antivirus yang usang bisa menjadi tempat ransomware bersarang lama sebelum meledak menjadi serangan besar, menurut Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah seperti dikutip NTVNews dari Antara.

Angka FortiGuard adalah data deteksi, bukan jumlah serangan yang berhasil. Sampai artikel ini disusun, belum ada pernyataan resmi bahwa sistem bank di Indonesia berhasil ditembus dalam gelombang ini.

Catatan redaksi: disusun dari sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi peristiwa terbaru.

Sumber: Industry.co.id, TIMES Indonesia, NTVNews (Antara).

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.

Baca juga