Berita Sehari
Teknologi

BRIN dan CNRS Bahas 19 Proyek Riset Laut dan Bumi di Surabaya

Redaksi Berita Sehari · Sains ·

Pelampung Argo diuji di fasilitas IFREMER, Plouzané, Prancis, 1 Juli 2026. Foto ilustrasi pemantauan laut, bukan dokumentasi lokakarya Surabaya; ukuran diperkecil dan dikompresi ke JPEG.
Pelampung Argo diuji di fasilitas IFREMER, Plouzané, Prancis, 1 Juli 2026. Foto ilustrasi pemantauan laut, bukan dokumentasi lokakarya Surabaya; ukuran diperkecil dan dikompresi ke JPEG.
Foto: © European Union 2026 / Vincent Gouriou, EC Audiovisual Service · CC BY 4.0

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS) Prancis memaparkan 19 proyek penelitian kolaboratif dalam Joint Workshop on Marine and Earth Sciences. Lokakarya itu berlangsung pada 5–8 Oktober 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

Kesembilan belas proyek melibatkan peneliti BRIN, ITS, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, serta lembaga Indonesia lain. Mitra dari Prancis mencakup CNRS, Institut de recherche pour le développement (IRD), IMT Atlantique, dan Université Polytechnique Hauts-de-France.

Bidang geologi dan vulkanologi yang dibahas antara lain perkiraan aliran magma secara waktu nyata menggunakan data GNSS untuk mengantisipasi letusan, pemantauan akustik terdistribusi bagi bahaya geologi, serta kajian proses magma di Gunung Merapi. Rangkaian ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak berhenti pada satu cabang ilmu bumi.

Pada sisi kelautan, para peneliti membahas pemanfaatan magnetik laut untuk mempelajari zona subduksi Indonesia dan potensi mineral dasar laut, serta jaringan pelampung Argo untuk pemantauan samudra. Topik atmosfer meliputi pemodelan kualitas udara Asia Tenggara dan emisi dari kebakaran hutan maupun biomassa.

Teknologi maritim juga masuk dalam agenda, termasuk pengaruh penuaan permukaan dan biofouling terhadap kinerja hidrodinamik kapal dan kapal selam. Rangkaian kegiatan turut mencakup kunjungan ke PT PAL, BMKG, laboratorium hidrodinamika BRIN di KST Surabaya, serta Technopark Ilmu Kelautan ITS untuk melihat fasilitas dan menjajaki peluang riset.

Kerja sama kelembagaan BRIN–CNRS diperkuat melalui nota kesepahaman pada Juli 2024, lalu Letter of Intent yang ditandatangani BRIN, CNRS, IRD, dan Naval Group pada 28 Mei 2025. Lokakarya ini merupakan bagian dari Tahun Inovasi Prancis–Indonesia 2026; pemaparan proyek dan penjajakan kolaborasi belum dengan sendirinya berarti seluruh proyek telah mendapat pendanaan atau memasuki tahap pelaksanaan yang sama.

Sumber: BRIN, “BRIN-CNRS Bahas 19 Proyek Riset Kelautan dan Kebumian”, terbit 6 Oktober dan diperbarui 8 Oktober 2026 — https://www.brin.go.id/news/130715/brin-cnrs-bahas-19-proyek-riset-kelautan-dan-kebumian ; halaman foto Wikimedia Commons — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ocean_Observation-_IFREMER,_France_(P-070177-00-26).jpg

Catatan editorial: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber primer yang disebutkan di atas dan diperiksa redaksi; Opinix tidak hadir di lokakarya dan tidak melakukan wawancara. Foto utama memperlihatkan pelampung Argo saat pengujian di fasilitas IFREMER, Plouzané, Prancis, pada 1 Juli 2026, bukan dokumentasi lokakarya Surabaya. Foto Vincent Gouriou untuk European Commission Audiovisual Service/© European Union 2026, lisensi CC BY 4.0 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ ; ukuran diperkecil dan dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.

Baca juga