Berita Sehari
Sains

BRIN dan Imah Noong Perluas Edukasi Astronomi Berbasis Pengamatan Langsung

Redaksi BeritaSehari ·

Mahasiswa astronomi menyiapkan teleskop portabel di Observatorium Bosscha, 10 Juli 2023; bukan kegiatan Imah Noong atau BRIN. Gambar diperkecil dan disimpan ulang sebagai JPEG tanpa mengubah isi.
Mahasiswa astronomi menyiapkan teleskop portabel di Observatorium Bosscha, 10 Juli 2023; bukan kegiatan Imah Noong atau BRIN. Gambar diperkecil dan disimpan ulang sebagai JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: Sulthon.Araska / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Silhouette_of_Astronomy_students_setting_up_a_portable_telescope_for_night_observations_at_Bosscha_Observatory.jpg

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperluas edukasi astronomi bagi masyarakat bersama Imah Noong di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kolaborasi itu dijelaskan BRIN melalui keterangan resmi yang terbit pada 9 Oktober 2026, setelah webinar “100 Jam Astronomi untuk Semua” yang diselenggarakan Pusat Riset Antariksa BRIN pada 4 Oktober dalam rangka World Space Week.

Imah Noong merupakan kampung eduwisata yang memadukan pengenalan astronomi dengan kearifan lokal. Kegiatannya ditujukan untuk anak-anak, keluarga, sekolah, dan komunitas. Pengunjung tidak hanya menerima penjelasan mengenai benda langit, tetapi juga diajak menggunakan pengalaman pengamatan sebagai pintu masuk untuk memahami sains.

Dukungan BRIN mencakup keterlibatan periset sebagai pengisi kelas dan diskusi di Saung Ngawangkong. BRIN juga menghibahkan perangkat iOptron GEM45 Pro dan teleskop Celestron 8 F/10 yang ditempatkan di Saung Sundial. Peralatan tersebut digunakan untuk menunjang pengamatan langsung, bukan sekadar demonstrasi melalui gambar atau video.

Program untuk publik yang masih dijalankan antara lain Noong Panonpoe untuk mengamati Matahari, Noong Bentang untuk langit malam, Stars Camp, Pasar Purnama, kegiatan berbagi pengalaman, dan astronomi bergerak dengan planetarium portabel. Ragam kegiatan itu memungkinkan materi disesuaikan dengan waktu pengamatan, usia peserta, serta lokasi pelaksanaan.

Selain Saung Ngawangkong dan Saung Sundial, Imah Noong memiliki Saung Geser, Saung Kubah, dan Mushollatorium. Jangkauannya tidak berhenti di Lembang. Pengelola pernah melakukan ekspedisi pengamatan gerhana Matahari ke Lampung pada 2009, Bangka Tengah pada 2016, Kalimantan Barat pada 2019, dan Biak pada 2023, disertai sosialisasi astronomi ke sekolah.

Rilis BRIN belum menyertakan jumlah pengunjung, frekuensi kelas, tingkat pemakaian perangkat, ataupun pengukuran perubahan pemahaman peserta. Karena itu, kontribusi kolaborasi terhadap literasi sains sebaiknya dinilai melalui data partisipasi, akses bagi sekolah, pemeliharaan alat, dan evaluasi pembelajaran yang dipublikasikan secara berkala.

Sumber: Badan Riset dan Inovasi Nasional, “BRIN dan Imah Noong Dekatkan Astronomi untuk Masyarakat”, 9 Oktober 2026, https://www.brin.go.id/news/130809/brin-dan-imah-noong-dekatkan-astronomi-untuk-masyarakat ; halaman foto Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Silhouette_of_Astronomy_students_setting_up_a_portable_telescope_for_night_observations_at_Bosscha_Observatory.jpg

Catatan editorial: Artikel ini merupakan ringkasan orisinal dari rilis primer BRIN; redaksi tidak mengikuti webinar dan tidak mengunjungi Imah Noong. Foto menampilkan mahasiswa astronomi menyiapkan teleskop portabel di Observatorium Bosscha pada 10 Juli 2023—bukan kegiatan Imah Noong atau BRIN—karya Sulthon.Araska, berlisensi CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Gambar diperkecil dan disimpan ulang sebagai JPEG tanpa mengubah isi.

Baca juga