Berita Sehari
Sains

Sferulit Membentuk Susunan Kristal Menjari di Dalam Batuan Vulkanik

Redaksi Opinix ·

Ahli geologi menunjuk sferulit pada riolit Hot Creek, Long Valley Caldera, California. Foto Jessica Ball/USGS; halaman foto bertanggal 31 Agustus 2023, tanpa tanggal pemotretan tersendiri. Bukan dokumentasi erupsi terkini.
Ahli geologi menunjuk sferulit pada riolit Hot Creek, Long Valley Caldera, California. Foto Jessica Ball/USGS; halaman foto bertanggal 31 Agustus 2023, tanpa tanggal pemotretan tersendiri. Bukan dokumentasi erupsi terkini.
Foto: Jessica Ball / USGS / Public domain

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Pada singkapan riolit Hot Creek di Long Valley Caldera, California, massa-massa membulat tampak tertanam dalam batuan. USGS mengenalinya sebagai sferulit: kumpulan kristal berbentuk jarum yang tumbuh menjari dari suatu pusat. Bentuknya dapat terlihat mencolok meskipun tersusun dari kristal-kristal yang jauh lebih kecil.

Penjelasan California Volcano Observatory pada 13 September 2023 mengaitkan pembentukannya dengan devitrifikasi. Dalam proses ini, bahan bersifat kaca yang tidak memiliki susunan kristalin menata ulang dirinya menjadi material kristalin. Sferulit karena itu membantu memperlihatkan perubahan struktur di dalam batuan, bukan sekadar perbedaan warna permukaan.

Quartz atau kuarsa dan feldspar merupakan mineral yang lazim menyusunnya. Di Hot Creek, ilmuwan CalVO mendokumentasikan sferulit hingga sekitar 20 sentimeter. Secara umum ukurannya dapat jauh lebih kecil, bahkan mikroskopis, sehingga contoh besar di satu lokasi tidak mewakili semua sferulit.

Rock Texture Atlas dari Geological Survey of India memperjelas bahwa sferulit merupakan agregat kristal terpisah. Ini berbeda dari dendrit, yang berupa kristal tunggal bercabang. Kesan seperti satu bola tidak berarti seluruh massa itu hanya satu kristal dengan satu orientasi yang seragam.

Atlas tersebut juga menjelaskan bahwa pertumbuhan menjari yang tidak lengkap dapat membentuk susunan seperti kipas atau dasi kupu-kupu. Bentuk yang beragam ini menjadi alasan untuk membaca pola pertumbuhan, bukan menetapkan sebuah benda sebagai sferulit hanya karena tampak bulat dari luar.

Menurut USGS, ukuran dan jenis mineralnya menyimpan petunjuk tentang riwayat pendinginan lava; sferulit lebih kecil dapat mengindikasikan pendinginan lebih cepat. Sebagian mulai tumbuh pada kristal atau gelembung yang telah ada. Petunjuk tersebut perlu dibaca dalam konteks batuannya, bukan dijadikan penanggalan atau kesimpulan erupsi dari foto saja.

Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):

USGS/California Volcano Observatory, Getting sphere-ious about spherulites, 13 September 2023

https://www.usgs.gov/observatories/calvo/news/getting-sphere-ious-about-spherulites

Geological Survey of India, Rock Texture Atlas, bagian 1.2.11 Spherulitic Texture

https://gsi.gov.in/RockTextureAtlas/TexturesInIgneousRocks/

Foto dokumentasi / ilustrasi: Ahli geologi menunjuk sferulit pada riolit Hot Creek, Long Valley Caldera, California. Foto Jessica Ball/USGS; halaman foto bertanggal 31 Agustus 2023, tanpa tanggal pemotretan tersendiri. Bukan dokumentasi erupsi terkini.

Pembuat/kredit: Jessica Ball / USGS.

Halaman foto:

https://www.usgs.gov/media/images/large-spherulites-hot-creek-rhyolite-lava-long-valley-caldera

Lisensi atau dasar izin: Public domain.

https://www.usgs.gov/media/images/large-spherulites-hot-creek-rhyolite-lava-long-valley-caldera

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan atau perubahan isi.

Catatan editorial: Disusun Redaksi Opinix dengan bantuan AI melalui kurasi sumber primer yang diperiksa. Bukan laporan kunjungan lapangan atau wawancara sendiri. Foto arsip dan ilustrasi dibedakan dari dokumentasi kegiatan atau keadaan terkini. Uraian geologi latar, bukan kabar temuan baru atau informasi aktivitas gunung api terkini.

Baca juga