Berita Sehari
Sains

Gelembung dalam Kristal Menyimpan Petunjuk Kedalaman Magma

Redaksi Opinix ·

Fotomikrograf olivin dari lava Kīlauea: inklusi lelehan dan fluida diperlihatkan pada dua panel. Dokumentasi USGS, sekitar Februari 2026 menurut halaman foto; bukan foto aktivitas gunung saat ini.
Fotomikrograf olivin dari lava Kīlauea: inklusi lelehan dan fluida diperlihatkan pada dua panel. Dokumentasi USGS, sekitar Februari 2026 menurut halaman foto; bukan foto aktivitas gunung saat ini.
Foto: USGS / Hawaiian Volcano Observatory; nama fotografer perorangan tidak dicantumkan / Public domain

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Kristal dalam batuan vulkanik dapat menyimpan gelembung yang jauh lebih kecil daripada lebar rambut manusia. Gelembung yang terperangkap ketika kristal tumbuh disebut inklusi fluida. Dalam penjelasan Hawaiian Volcano Observatory, bagian kecil ini dapat membantu ilmuwan menelusuri tempat magma tersimpan sebelum meletus.

Pada Kīlauea, gelembung tersebut terutama berisi karbon dioksida. Kerapatan gasnya berkaitan dengan tekanan ketika gas terperangkap: tekanan lebih besar mencerminkan kedalaman yang lebih besar. Karena itu, pengukuran banyak inklusi dapat memberikan petunjuk kedalaman penyimpanan magma, bukan hanya gambaran rupa kristalnya.

Contoh pengujiannya berasal dari erupsi puncak Kīlauea pada September 2023, yang dijelaskan USGS pada 13 Maret 2025. Sampel tefra dikirim ke University of California, Berkeley. Peneliti memisahkan dan memoles olivin, kemudian mengukur kerapatan karbon dioksida dengan spektrometer Raman.

Analisis hari pertama terhadap 16 kristal menunjukkan penyimpanan magma pada kedalaman sekitar 1–2 kilometer sebelum erupsi. Pengukuran dua hari berikutnya menghasilkan gambaran serupa. Temuan ini merupakan contoh dari peristiwa tertentu, bukan ukuran kedalaman seluruh magma di bawah setiap gunung api.

Penelitian inklusi juga lebih luas daripada pengukuran gas vulkanik. Publikasi E. Roedder pada 1963, yang dicatat dalam arsip USGS, menelaah pembekuan inklusi pada 84 sampel mineral. Perilaku pada suhu rendah dipakai untuk membantu mengenali komposisi fluida yang terlalu kecil untuk dianalisis secara kimia langsung.

Metode untuk Kīlauea memiliki batas penting: magma Hawaii relatif sedikit mengandung air terlarut, sedangkan banyak gunung lain lebih kaya air. USGS menempatkan hasil analisis kristal sebagai pelengkap data pemantauan. Gelembung kecil memberikan bukti tentang riwayat magma, bukan alat tunggal untuk memastikan kapan erupsi akan terjadi.

Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):

USGS/HVO, Volcano Watch, 13 Maret 2025

https://www.usgs.gov/observatories/hvo/news/volcano-watch-all-a-days-work-determining-magma-storage-depths-kilauea

USGS, E. Roedder, Studies of fluid inclusions, Part 2, 1963

https://www.usgs.gov/publications/studies-fluid-inclusions-part-2-freezing-data-and-their-interpretation

Foto dokumentasi / ilustrasi: Fotomikrograf olivin dari lava Kīlauea: inklusi lelehan dan fluida diperlihatkan pada dua panel. Dokumentasi USGS, sekitar Februari 2026 menurut halaman foto; bukan foto aktivitas gunung saat ini.

Pembuat/kredit: USGS / Hawaiian Volcano Observatory; nama fotografer perorangan tidak dicantumkan.

Halaman foto:

https://www.usgs.gov/media/images/olivine-crystals-kilauea-lava

Lisensi atau dasar izin: Public domain.

https://www.usgs.gov/media/images/olivine-crystals-kilauea-lava

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan atau perubahan isi.

Catatan editorial: Disusun Redaksi Opinix dengan bantuan AI melalui kurasi sumber primer yang diperiksa. Bukan laporan kunjungan lapangan atau wawancara sendiri. Foto dokumentasi dibedakan dari keadaan saat ini. Uraian penelitian historis; tidak menyajikan status atau peringatan vulkanik terkini.

Baca juga