Berita Sehari
Sains

Awan Nacreous Memantulkan Warna Cerah dari Stratosfer Musim Dingin

Redaksi Opinix ·

Awan stratosfer kutub tipe es dengan warna nacreous; dokumentasi 20 Desember 2017.
Awan stratosfer kutub tipe es dengan warna nacreous; dokumentasi 20 Desember 2017.
Foto: Patodrg · CC0

Awan nacreous dikenal karena warna berkilau yang menyerupai induk mutiara. Fenomena ini bukan awan tinggi biasa: Atlas Awan Internasional WMO mengelompokkannya sebagai awan stratosfer kutub yang tersusun terutama dari kristal es.

WMO menjelaskan bahwa awan tersebut paling sering terbentuk di lintang tinggi pada musim dingin, ketika suhu stratosfer turun cukup rendah. Letaknya di stratosfer membedakannya dari sebagian besar awan cuaca yang berkembang di troposfer.

Warna kuat muncul ketika cahaya Matahari berinteraksi dengan partikel awan yang berukuran relatif seragam. Karena posisinya tinggi, awan dapat masih menerima cahaya ketika Matahari berada di bawah horizon bagi pengamat di permukaan.

Nama nacreous merujuk pada tampilan seperti mother-of-pearl, tetapi warna saja tidak cukup untuk identifikasi. Posisi di langit, waktu pengamatan, bentuk awan, serta kondisi wilayah lintang tinggi perlu dipertimbangkan agar tidak tertukar dengan iridesensi pada awan troposfer.

Foto 20 Desember 2017 memperlihatkan awan stratosfer kutub tipe es dengan pita warna yang jelas. Gambar itu adalah dokumentasi satu peristiwa dan tidak dapat dipakai untuk menilai frekuensi fenomena di lokasi lain.

Pengamatan visual sebaiknya tidak dilakukan dengan menatap Matahari secara langsung. Artikel ini menjelaskan mekanisme umum berdasarkan klasifikasi WMO dan tidak menyatakan fenomena tersebut sedang terjadi di Indonesia atau di tempat tertentu hari ini.

Sumber:

- https://cloudatlas.wmo.int/nacreous-clouds.html

- https://cloudatlas.wmo.int/upper-atmospheric-clouds.html

- https://cloudatlas.wmo.int/observation-of-upper-atmospheric-clouds.html

Dokumentasi foto: Awan stratosfer kutub tipe es dengan warna nacreous; dokumentasi 20 Desember 2017. Kredit: Patodrg. Sumber foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Polar_Stratospheric_Cloud_type_2.jpg. Lisensi: CC0 — https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/. Perubahan gambar: orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, dikonversi ke JPEG, diperkecil hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Catatan editorial: artikel berbasis referensi dan dokumentasi terbuka, bukan berita terbaru, laporan kunjungan, atau wawancara. Redaksi Opinix memeriksa nama, angka, konteks, serta izin gambar pada 19 Oktober 2026; tautan sumber disediakan agar pembaca dapat memeriksa bahan rujukan.

Baca juga