Berita Sehari
Lingkungan

NOAA Pantau Dampak El Niño 2026–2027 terhadap Perikanan dan Ekosistem Laut

Redaksi Opinix ·

Paus pembunuh Southern Resident di lepas pantai Seattle; dokumentasi NOAA Fisheries yang menyertai laporan 8 Oktober 2026. Tanggal pemotretan tidak dinyatakan dalam caption sumber. Halaman foto: https://www.fisheries.noaa.gov/feature-story/how-will-el-nino-affect-your-local-fisheries Ketentuan: https://www.noaa.gov/office-education/outreach-communication/faq Perubahan: diperkecil dan dikompresi ke JPEG; isi tidak diubah.
Paus pembunuh Southern Resident di lepas pantai Seattle; dokumentasi NOAA Fisheries yang menyertai laporan 8 Oktober 2026. Tanggal pemotretan tidak dinyatakan dalam caption sumber. Halaman foto: https://www.fisheries.noaa.gov/feature-story/how-will-el-nino-affect-your-local-fisheries Ketentuan: https://www.noaa.gov/office-education/outreach-communication/faq Perubahan: diperkecil dan dikompresi ke JPEG; isi tidak diubah.
Foto: NOAA Northwest Fisheries Science Center, NOAA permit #781-1824; public domain.

Para ilmuwan NOAA Fisheries sedang memantau dan memperkirakan dampak El Niño 2026–2027 terhadap perikanan, satwa laut, dan masyarakat pesisir di Amerika Serikat. Lembaga tersebut memaparkan arah pemantauan serta kemungkinan perubahan ekosistem dalam laporan yang diterbitkan 8 Oktober 2026.

El Niño–Southern Oscillation merupakan siklus atmosfer di Pasifik khatulistiwa yang melemahkan angin pasat dari timur ke barat. Kondisi itu memungkinkan air permukaan yang hangat bergerak kembali ke arah Amerika dan mengurangi naiknya air dingin dari lapisan bawah laut di lepas pantai Amerika Selatan.

NOAA menyatakan El Niño terbentuk di Pasifik tropis pada Juni 2026. Per Oktober, peluangnya berkembang menjadi kejadian “sangat kuat” pada musim gugur dan musim dingin Belahan Bumi Utara 2026–2027 diperkirakan lebih dari 83 persen. Kejadian ini diproyeksikan bertahan hingga awal musim semi 2027, sementara pengaruh pada ekosistem laut dapat berlangsung lebih lama.

Pemantauan dilakukan melalui survei menggunakan kapal dan pesawat NOAA, pengambilan sampel laut dengan kendaraan nirawak seperti glider, model prakiraan respons laut dan biologi, serta riset bersama nelayan komersial dan rekreasi. NOAA menegaskan bahwa dampak persisnya belum dapat dipastikan sehingga pengamatan langsung tetap diperlukan.

Di Pantai Barat Amerika Serikat, air yang lebih hangat dapat menggeser sebaran cumi pasar dan tuna serta membawa lebih banyak spesies tropis ke perairan California. Risiko lain yang dipantau mencakup ledakan alga berbahaya, perubahan kondisi anak singa laut California, dan kemungkinan meningkatnya paus yang terjerat alat tangkap.

Untuk kepulauan Pasifik dalam wilayah pemantauan NOAA, kemungkinan dampaknya meliputi pemanasan dan tekanan panas, perubahan hubungan predator-mangsa, pergeseran sebaran spesies, serta aktivitas badai yang lebih tinggi. Pemanasan berkepanjangan juga dapat memicu pemutihan karang, tetapi tingkat dan waktunya akan berbeda menurut suhu lokal, kedalaman, sirkulasi air, dan kondisi pasang.

Sumber: NOAA Fisheries, “How Will El Niño Affect Your Local Fisheries?”, 8 Oktober 2026 — https://www.fisheries.noaa.gov/feature-story/how-will-el-nino-affect-your-local-fisheries

Catatan editorial: Artikel ini disusun ulang secara orisinal dari laporan primer NOAA dan konteksnya secara khusus membahas wilayah Amerika Serikat; tidak ada klaim bahwa proyeksi regional tersebut berlaku sama untuk Indonesia. Foto NOAA digunakan sebagai dokumentasi ilustratif sesuai kebijakan domain publik lembaga tersebut dan hanya diperkecil serta dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.

Baca juga