Berita Sehari
Sains

Fumarol Membuka Jalur Keluarnya Uap dan Gas dari Sistem Vulkanik

Redaksi Opinix ·

Fumarol Kīlauea dengan endapan kristal sulfur kuning. Entri arsip USGS bertanggal 27 Juli 1973; tanggal pengambilan tidak dirinci. Bukan gambaran aktivitas 2026.
Fumarol Kīlauea dengan endapan kristal sulfur kuning. Entri arsip USGS bertanggal 27 Juli 1973; tanggal pengambilan tidak dirinci. Bukan gambaran aktivitas 2026.
Foto: Robert L. Christiansen / U.S. Geological Survey / Public domain — pernyataan Sources/Usage USGS pada halaman foto

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Kolom yang tampak seperti asap di sekitar gunung api tidak selalu berasal dari pembakaran. Fumarol merupakan bukaan permukaan bumi yang mengeluarkan uap air dan gas vulkanik, antara lain karbon dioksida serta sulfur dioksida.

USGS menjelaskan bahwa bukaan itu dapat berupa lubang, retakan, atau rekahan. Fumarol dijumpai dekat gunung api aktif, tetapi juga dapat terbentuk di tempat magma naik ke kerak tanpa mencapai permukaan sebagai erupsi.

Lama hidupnya bergantung pada sumber panas di bawahnya. Sebagian fumarol dapat bertahan berabad-abad, sementara yang lain berhenti lebih cepat. Keberadaan uap saja karena itu tidak memberikan hitungan waktu menuju suatu letusan.

Gasnya berguna sebagai bahan pengamatan ilmiah. Laju pelepasan, suhu, dan komposisi gas dapat membantu peneliti membaca pergerakan magma, dengan menggabungkannya bersama jenis pemantauan lain, bukan sebagai satu-satunya petunjuk.

Di Mount St. Helens, USGS mendokumentasikan pengambilan sampel langsung di fumarol, pengukuran dari udara, dan pemeriksaan kimia air. Gas yang dilepaskan terutama berupa uap air, disusul karbon dioksida dan gas sulfur.

Stasiun multi-GAS bernama SNIF dipasang pada kubah lava 2004–2008 di Mount St. Helens pada 2014. Catatan USGS menjelaskan pemantauan karbon dioksida, sulfur dioksida, hidrogen sulfida, angin, serta suhu bukaan gas di kawasan kawah.

Pengukuran otomatis tetap memiliki keterbatasan: data waktu nyata dapat bersifat awal sebelum diperiksa analis, dan gangguan sensor dapat menyerupai perubahan aktivitas. Fumarol juga berbahaya karena gas dan uap sangat panas; penjelasan ini bukan ajakan mendekati bukaan atau pengganti arahan otoritas vulkanologi.

Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):

USGS, EarthWord: Fumarole, 5 Oktober 2015

https://www.usgs.gov/news/earthword-fumarole

USGS, Volcanic Gas Monitoring at Mount St. Helens, 5 November 2023

https://www.usgs.gov/volcanoes/mount-st.-helens/science/volcanic-gas-monitoring-mount-st-helens

Foto dokumentasi / ilustrasi: Fumarol Kīlauea dengan endapan kristal sulfur kuning. Entri arsip USGS bertanggal 27 Juli 1973; tanggal pengambilan tidak dirinci. Bukan gambaran aktivitas 2026.

Pembuat/kredit: Robert L. Christiansen / U.S. Geological Survey.

Halaman foto:

https://www.usgs.gov/media/images/fumarole-kilauea-hawaii-elemental-sulfur-vapor-escaping

Lisensi atau dasar izin: Public domain — pernyataan Sources/Usage USGS pada halaman foto.

https://www.usgs.gov/media/images/fumarole-kilauea-hawaii-elemental-sulfur-vapor-escaping

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan atau perubahan isi.

Catatan editorial: Tulisan latar sains Redaksi Opinix dari penjelasan USGS. Tidak menilai status gunung api atau membaca grafik waktu nyata sebagai peringatan erupsi. Identitas, hak penggunaan, dan tanggal entri foto diperiksa pada halaman media USGS.

Baca juga