Es Rambut pada Kayu Mati Memperlihatkan Hubungan Pembekuan Air dan Aktivitas Jamur
Redaksi Opinix ·

Foto: D. Hofmann, G. Preuss, dan C. Mätzler, pemegang hak artikel; fotografer Gambar 1 tidak dicantumkan terpisah / CC BY 3.0
Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.
Serabut putih yang tumbuh dari kayu mati tidak selalu berupa jamur atau kapas. Pada fenomena hair ice, yang dapat disebut es rambut, bentuk halus itu merupakan es. Riset D. Hofmann, G. Preuss, dan C. Mätzler menelusuri hubungan proses fisik pembekuan dengan kehidupan jamur di dalam kayu.
Penelitian yang terbit di Biogeosciences pada 22 Juli 2015 membahas es yang terbentuk pada kayu mati pohon berdaun lebar, ketika suhu sedikit di bawah nol derajat Celsius. Foto peneliti dari Moosseedorf pada Desember 2009 memperlihatkan rambut es hingga sepanjang sepuluh sentimeter.
Tim menemukan Exidiopsis effusa pada seluruh sampel kayu penghasil es rambut yang mereka periksa. Perlakuan panas dan fungisida menekan pembentukannya. Temuan tersebut mendukung peran aktivitas biologis pada sampel penelitian, bukan pernyataan bahwa setiap jamur di semua jenis kayu menghasilkan bentuk serupa.
Air yang membentuk es berasal dari kayu sebagai bahan berpori. Ketika es mulai terbentuk di permukaan, proses segregasi es menarik tambahan air dari bagian dalam. Kayu dengan jamur aktif maupun yang aktivitas jamurnya dihentikan menunjukkan pola suhu yang pada dasarnya serupa.
Perbedaan penting terletak pada bentuknya: kayu yang tidak diperlakukan dapat menghasilkan serabut, sedangkan sampel yang dipanaskan menghasilkan lapisan es berkerak. Karena itu, penelitian membedakan pembentukan jumlah es dari proses yang menjaga bentuk rambutnya, bukan menyebut panas metabolisme jamur sebagai penggerak utama pembekuan.
Analisis air lelehan menemukan campuran senyawa organik dengan lignin terurai sebagai komponen utama yang dibahas. Penulis mengusulkan hubungan bahan organik dengan pencegahan rekristalisasi, tetapi identitas zat penghambat dan mekanisme rinci masih memerlukan penelitian. Es rambut memperlihatkan interaksi fisika dan biologi yang tidak seluruh bagiannya telah terjawab.
Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):
Hofmann, Preuss, dan Mätzler, Evidence for biological shaping of hair ice, Biogeosciences 12:4261–4273, 22 Juli 2015
https://bg.copernicus.org/articles/12/4261/2015/
Foto dokumentasi / ilustrasi: Es rambut pada batang kayu beech mati di Moosseedorf, Swiss, 26 Desember 2009; panjang rambut es hingga 10 cm menurut Gambar 1 artikel Hofmann, Preuss, dan Mätzler (2015). Foto dalam artikel berlisensi CC BY 3.0; fotografer tidak dicantumkan terpisah.
Pembuat/kredit: D. Hofmann, G. Preuss, dan C. Mätzler, pemegang hak artikel; fotografer Gambar 1 tidak dicantumkan terpisah.
Halaman foto:
https://bg.copernicus.org/articles/12/4261/2015/
Lisensi atau dasar izin: CC BY 3.0.
https://creativecommons.org/licenses/by/3.0/
Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan atau perubahan isi.
Catatan editorial: Disusun Redaksi Opinix dengan bantuan AI melalui kurasi sumber primer yang diperiksa. Bukan liputan lapangan atau wawancara sendiri. Foto arsip dan ilustrasi dibedakan dari dokumentasi kegiatan atau keadaan terkini. Berdasarkan artikel penelitian dan teks lengkap berlisensi CC BY 3.0; bukan pengumuman temuan baru tahun 2026. Pengamatan pada sampel penelitian tidak digeneralisasi kepada seluruh kayu atau jamur. Foto Gambar 1 digunakan tanpa memotong atau mengubah isi.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains