Berita Sehari
Teknologi

ISAST 2026 Hubungkan Riset Dirgantara dengan Tantangan Kemanusiaan

Redaksi Berita Sehari · Sains dan teknologi ·

Pusat Kendali Satelit LAPAN pada 2021. Foto dipakai sebagai ilustrasi konteks teknologi dirgantara, bukan dokumentasi ISAST 2026. Foto: Pusat Teknologi Satelit LAPAN/Wikimedia Commons, domain publik. Perubahan: ukuran diperkecil dan dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Pusat Kendali Satelit LAPAN pada 2021. Foto dipakai sebagai ilustrasi konteks teknologi dirgantara, bukan dokumentasi ISAST 2026. Foto: Pusat Teknologi Satelit LAPAN/Wikimedia Commons, domain publik. Perubahan: ukuran diperkecil dan dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: Pusat Teknologi Satelit LAPAN — domain publik | https://commons.wikimedia.org/wiki/File:LAPAN_Satellite_Control_Center.jpg

The 12th International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) 2026 berlangsung secara hibrida di Yogyakarta pada 6–8 Oktober 2026. Forum yang diselenggarakan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN ini membawa tema “Aerospace for Humanity”, yakni menempatkan teknologi dirgantara dalam konteks kebutuhan manusia.

Laman resmi konferensi menjelaskan bahwa aeronautika, teknologi antariksa, dan kebijakan dirgantara dibahas karena penerapannya bersentuhan dengan pemantauan lingkungan, ketahanan menghadapi perubahan iklim, material berkelanjutan, komunikasi satelit, dan sistem otonom. Dengan bingkai tersebut, riset roket, satelit, maupun pesawat tanpa awak tidak diperlakukan sebagai tujuan yang berdiri sendiri.

ISAST dirancang sebagai tempat bertemu peneliti, insinyur dirgantara, inovator industri, dan pembuat kebijakan. Tujuan yang diumumkan penyelenggara adalah memperkuat pertukaran pengetahuan lintas bidang serta mempertemukan riset dasar dengan penerapan yang memiliki dampak nyata.

Program utama pada 7 Oktober memuat lima sesi pleno dan tiga kelompok sesi paralel yang menggunakan enam ruang. Jadwal resmi juga menempatkan penghargaan makalah dan pemakalah terbaik sebelum penutupan, sedangkan hari terakhir menyediakan kunjungan warisan budaya Yogyakarta sebagai kegiatan pilihan.

Struktur kepanitiaan memperlihatkan kerja bersama BRIN dan Universitas Gadjah Mada, disertai keterlibatan akademisi dari i-CATS University College Malaysia serta Vietnam National University. Komposisi ini memberi ruang pertukaran metode dan pengalaman penelitian dari institusi berbeda, meskipun keluaran kolaborasinya tetap perlu dinilai melalui publikasi atau proyek lanjutan.

Konferensi berakhir pada 8 Oktober, tetapi laman resmi yang diperiksa belum memuat rangkuman hasil seluruh sesi maupun daftar kerja sama baru yang telah disepakati. Karena itu, artikel ini membatasi laporan pada tema, jadwal, penyelenggara, dan tujuan yang telah diumumkan; tidak menganggap rencana konferensi sebagai hasil riset yang sudah terbukti.

Sumber: BRIN, laman resmi ISAST 2026, https://conference.brin.go.id/isast2026/ ; siaran pers BRIN “ISAST 2026 Buka Ruang Kolaborasi Internasional Inovasi Dirgantara Mahasiswa”, https://www.brin.go.id/press-release/130685/isast-2026-buka-ruang-kolaborasi-internasional-inovasi-dirgantara-mahasiswa ; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:LAPAN_Satellite_Control_Center.jpg

Catatan editorial: Artikel disusun dengan bantuan AI dari sumber resmi yang diperiksa; Opinix tidak hadir di konferensi dan tidak melakukan wawancara. Foto Pusat Kendali Satelit LAPAN tahun 2021 oleh Pusat Teknologi Satelit LAPAN dipakai sebagai ilustrasi konteks, bukan dokumentasi ISAST 2026. Foto berstatus domain publik menurut keterangan halaman Wikimedia Commons. Gambar diubah ukuran dan dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.

Baca juga