Berita Sehari
Teknologi

Es Laut Arktik 2026 Capai Minimum 4,6 Juta Kilometer Persegi

Redaksi Berita Sehari · Sains lingkungan ·

Visualisasi luas es laut Arktik pada 12 September 2026; garis kuning menunjukkan median 1981–2010. Ukuran diperkecil dan dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Visualisasi luas es laut Arktik pada 12 September 2026; garis kuning menunjukkan median 1981–2010. Ukuran diperkecil dan dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: NASA Earth Observatory / Michala Garrison; data NSIDC · penggunaan editorial menurut NASA Media Usage Guidelines

Es laut Arktik mencapai luas minimum tahunannya pada 12 September 2026, yakni sekitar 4,6 juta kilometer persegi. Angka tersebut dimuat dalam laporan NASA Earth Observatory yang terbit 7 Oktober 2026, berdasarkan analisis bersama National Snow and Ice Data Center (NSIDC).

Luas itu menempatkan 2026 sejajar dengan 2008, 2010, dan 2025 sebagai minimum terendah ke-10 dalam catatan satelit. Peringkat tersebut bukan berarti luas es sama persis pada setiap tahun, melainkan perbedaannya berada dalam kisaran ketidakpastian pengukuran yang digunakan para peneliti.

Es laut terbentuk dari air laut yang membeku, meluas selama musim dingin kutub, umumnya mencapai puncak pada Maret, lalu menyusut sepanjang musim panas hingga titik terendah pada September. Siklus musiman ini alami, tetapi catatan satelit menunjukkan luas maksimum dan minimum kini lebih kecil daripada beberapa dekade lalu.

Seluruh musim panas selama 2007–2026 masuk dalam 20 luas minimum terendah sejak pengamatan satelit berkelanjutan dimulai pada akhir 1978. Minimum terendah masih tercatat pada September 2012. Dalam sekitar satu dekade terakhir, luas September cenderung relatif datar dari tahun ke tahun, namun tetap jauh di bawah rata-rata jangka panjang.

Komposisi es juga berubah. Es multiyear yang mampu bertahan setidaknya satu musim pencairan terus berkurang, sehingga kawasan Arktik semakin didominasi es tahun pertama yang lebih tipis. Pada sisi musim dingin, luas maksimum Maret 2026 secara statistik sejajar dengan 2025 sebagai yang terendah dalam catatan satelit.

Pengukuran dilakukan dengan sensor gelombang mikro pasif yang membedakan pancaran energi dari es laut dan perairan terbuka. Gelombang mikro dapat menembus awan, sehingga pemantauan tetap berlangsung dalam kondisi cuaca kutub. Rangkaian datanya dimulai dari Nimbus-7, dilanjutkan satelit DMSP dan Aqua, serta sejak 2025 memakai pengamatan GCOM-W milik badan antariksa Jepang.

Sumber: NASA Earth Observatory, “Arctic Sea Ice Shrinks to Its 2026 Minimum”, 7 Oktober 2026 — https://science.nasa.gov/earth/earth-observatory/arctic-sea-ice-shrinks-to-its-2026-minimum/ ; pedoman penggunaan gambar NASA — https://www.nasa.gov/nasa-brand-center/images-and-media/

Catatan editorial: Artikel ini disusun dari laporan dan data sumber primer yang disebutkan di atas dengan bantuan AI dan diperiksa redaksi; Opinix tidak melakukan pengukuran sendiri atau wawancara. Foto utama adalah visualisasi luas es laut Arktik pada 12 September 2026 karya Michala Garrison untuk NASA Earth Observatory, menggunakan data NSIDC. Ukuran gambar diperkecil dan dikompresi ke JPEG tanpa mengubah isi.

Baca juga