Feature: Aurora Menunjukkan Pertemuan Partikel Matahari dan Atmosfer Bumi
Redaksi Opinix ·

Foto: NASA JSC/Donald Pettit, 1 Januari 2025, domain publik (https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Iss072e469441-cropped-aurora-borealis.jpg
Aurora adalah cahaya dinamis di langit wilayah lintang tinggi yang lahir dari interaksi partikel dan medan magnet dalam cuaca antariksa. Feature ini merangkum penjelasan NASA tentang proses tersebut; tulisan ini bukan prakiraan kemunculan aurora atau laporan pengamatan terbaru.
Matahari terus-menerus mengalirkan partikel bermuatan yang disebut angin surya. Ketika aliran itu mencapai Bumi, ia berinteraksi dengan perisai magnetik planet dan dapat menimbun energi sebelum energi tersebut dilepaskan menuju atmosfer.
Partikel berenergi yang masuk kemudian bertumbukan dengan atom serta molekul gas. Tumbukan memberi energi tambahan kepada gas, dan ketika energi itu dilepas kembali, muncul titik-titik cahaya yang bersama-sama terlihat sebagai tirai atau pita aurora.
Warna mengandung informasi tentang gas dan ketinggian tempat cahaya terbentuk. NASA menjelaskan bahwa oksigen biasanya menghasilkan hijau pada sekitar 100–200 kilometer dan merah di atas sekitar 200 kilometer, sedangkan nitrogen dapat menghasilkan biru serta rona merah muda pada lapisan tertentu.
Aurora juga menjadi penanda proses cuaca antariksa yang tidak tampak langsung. Ilmuwan memadukan kamera seluruh langit, magnetometer, radar, balon, roket penelitian, dan satelit untuk melihat bagaimana partikel serta medan magnet berubah menurut waktu dan ketinggian.
Foto pendamping memperlihatkan aurora borealis dari Stasiun Antariksa Internasional pada 1 Januari 2025. Gambar telah dipotong oleh pembuat berkas Commons; redaksi hanya mengubah ukuran dan mengonversinya ke JPEG.
Sumber: NASA Science, “Auroras”, diakses 10 Oktober 2026, https://science.nasa.gov/sun/auroras/
Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai feature sains dan bukan berita terbaru. Ketinggian serta warna diringkas dari NASA dan tidak dipakai sebagai panduan prakiraan. Selain pemotongan yang sudah melekat pada berkas sumber, redaksi hanya mengubah ukuran dan format foto.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Lingkungan