Berita Sehari
Sains

Fog Drip Memindahkan Air Kabut dari Daun ke Tanah

Redaksi Opinix · Kurasi berbasis referensi ·

Tetes air dari kabut berat terkumpul pada jarum pinus, didokumentasikan di Kanada pada 2 Oktober 2013.
Tetes air dari kabut berat terkumpul pada jarum pinus, didokumentasikan di Kanada pada 2 Oktober 2013.
Foto: James Mann · CC BY 2.0

Fog drip adalah air dari tetes kabut yang menempel pada permukaan tumbuhan atau benda, bergabung menjadi tetes lebih besar, lalu jatuh ke tanah. U.S. Geological Survey memasukkannya dalam istilah occult precipitation, yaitu masukan air yang tidak selalu tercatat seperti hujan biasa.

Kabut sendiri merupakan awan yang berada dekat atau menyentuh permukaan. Di pesisir, pembentukannya dipengaruhi interaksi suhu laut dan udara, aerosol, tekanan, lapisan atmosfer, serta topografi. Ketika udara lembap menyentuh daun, ranting, atau jarum pinus, permukaan itu menyediakan tempat bagi tetes kecil untuk tertangkap.

Air yang tertangkap tidak selalu langsung menetes. Sebagiannya dapat diserap melalui permukaan daun, sebagian menguap kembali, dan sebagian bergerak menuju tanah sebagai fog drip. USGS mencatat kabut pesisir juga menekan penguapan dan suhu musim panas, sehingga kontribusinya terhadap ekosistem bukan hanya jumlah air yang menetes.

Besarnya masukan air berbeda menurut jenis tumbuhan, kerapatan tajuk, arah angin, durasi kabut, serta ukuran tetes. Pohon tinggi pada punggung bukit dapat menangkap kabut dengan cara berbeda dari semak rendah. Karena itu, satu foto berembun tidak cukup untuk menghitung volume air yang mencapai tanah.

Foto utama memperlihatkan tetes pada jarum pinus setelah pagi yang sangat berkabut di Kanada, 2 Oktober 2013. Keterangan fotografer menyebut air sampai jatuh seperti hujan di bawah pepohonan. Gambar mengilustrasikan proses penangkapan tetes, bukan hasil pengukuran ilmiah suatu lokasi.

Untuk membedakan fog drip dari embun atau hujan sisa, peneliti memerlukan pengamatan cuaca, penakar, waktu kejadian, dan pembanding di ruang terbuka. artikel ini menjelaskan mekanisme umum dari sumber USGS dan tidak menyimpulkan perubahan iklim lokal atau ketersediaan air hanya dari satu kejadian.

Sumber:

- https://www.usgs.gov/centers/western-geographic-science-center/science/pacific-coastal-fog-project

- https://www.usgs.gov/news/do-mountain-clouds-exist-because-upwind-forests

Dokumentasi foto: Tetes air dari kabut berat pada jarum pinus di Kanada; dokumentasi 2 Oktober 2013 pukul 08.18. Foto ilustrasi, bukan data pengukuran fog drip. Kredit: James Mann (Wikimedia Commons). Sumber foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Heavy_Fog_on_Pine_Needles_(10066866363).jpg Lisensi: CC BY 2.0. Perubahan gambar: orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, dikonversi ke JPEG, diperkecil hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Catatan editorial: Redaksi Opinix menyusun naskah dari sumber yang tercantum, tanpa liputan lapangan atau wawancara. Fakta, tanggal, nama, angka, konteks, dan izin gambar diperiksa pada 20 Oktober 2026. Naskah diawali 'artikel evergreen' dan bukan berita terbaru.

Baca juga