Awan Noctilucent Bersinar Saat Matahari Sudah di Bawah Horizon
Redaksi Opinix · Kurasi berbasis referensi ·

Foto: NASA / kru Ekspedisi 62 ISS · Public domain (NASA)
Awan noctilucent, atau awan mesosfer kutub, tampak seperti serabut cirrus berwarna kebiruan atau keperakan setelah Matahari terbenam. Atlas Awan Internasional WMO menjelaskan bahwa cahaya masih mencapai awan ini karena posisinya sangat tinggi, sementara lapisan udara lebih rendah dan permukaan sudah gelap.
WMO menempatkan pembentukannya di mesosfer pada ketinggian sekitar 80–85 kilometer, dekat mesopause. Partikelnya berupa kristal es air sangat kecil yang terbentuk pada partikel debu; diameter rata-rata yang diperkirakan sekitar 0,3 mikrometer.
Awan ini memerlukan kondisi amat dingin, di bawah kira-kira minus 120 derajat Celsius, dan terutama terbentuk pada musim panas di lintang tinggi ketika mesosfer justru mencapai suhu terendahnya. Keadaan itu berbeda dari awan cuaca sehari-hari yang berkembang jauh lebih rendah di troposfer.
Waktu pengamatan membantu membedakan fenomena. Menurut WMO, awan noctilucent umumnya terlihat pada senja ketika Matahari berada sekitar 6–16 derajat di bawah horizon, dengan visibilitas terbaik dekat 10 derajat. Pengamat tetap perlu membedakannya dari aurora, jejak pesawat, serta awan troposfer yang terkena cahaya.
Foto 12 Februari 2020 memperlihatkan awan noctilucent di atas Pasifik Selatan dari Stasiun Antariksa Internasional. Perspektif orbit berbeda dari pandangan pengamat di darat; gambar tidak menunjukkan bahwa fenomena sedang terjadi di Indonesia atau di lokasi tertentu hari ini.
Pengenalan satu foto tidak cukup untuk kepastian ilmiah. Catatan waktu, arah pandang, elevasi, kondisi cuaca, dan posisi Matahari membantu verifikasi, sementara pengamatan teratur sebaiknya mengikuti panduan pencatatan WMO.
Sumber:
- https://cloudatlas.wmo.int/en/noctilucent-clouds.html
- https://cloudatlas.wmo.int/en/upper-atmospheric-clouds.html
- https://cloudatlas.wmo.int/en/noctilucent-clouds-appearance-a.html
Dokumentasi foto: Awan noctilucent di atas Pasifik Selatan dilihat dari ISS; dokumentasi 12 Februari 2020. Kredit: NASA / kru Ekspedisi 62 ISS. Sumber foto: https://www.nasa.gov/image-article/noctilucent-clouds-or-night-shining-clouds/. Lisensi: Public domain (NASA) — https://www.nasa.gov/nasa-brand-center/images-and-media/. Perubahan gambar: orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, dikonversi ke JPEG, diperkecil hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.
Catatan editorial: Redaksi Opinix menyusun naskah dari sumber yang tercantum, tanpa liputan lapangan atau wawancara. Fakta, tanggal, nama, angka, konteks, dan izin gambar diperiksa pada 19 Oktober 2026. Naskah yang diawali 'artikel evergreen' bukan berita terbaru.
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains
Sains