Berita Sehari
Sains

Nobel Kedokteran 2026 Menghargai Kanal Ion Peka Cahaya dan Optogenetika

Redaksi Opinix ·

Diagram optogenetika, 9 Oktober 2026; dipotong ke rasio 2:1 dan dikonversi menjadi JPEG 1200×600.
Diagram optogenetika, 9 Oktober 2026; dipotong ke rasio 2:1 dan dikonversi menjadi JPEG 1200×600.
Foto: Guido4 / Wikimedia Commons / CC BY-SA 4.0

Majelis Nobel di Karolinska Institutet mengumumkan Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel sebagai penerima bersama Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026. Penghargaan diberikan atas penemuan mengenai kanal ion yang dikendalikan cahaya dan optogenetika.

Kisah ilmiahnya berawal dari Chlamydomonas, alga bersel tunggal yang dapat berenang menuju sumber cahaya. Hegemann dan Nagel menemukan channelrhodopsin, protein pada permukaan sel alga yang membuka saluran ketika terkena cahaya biru sehingga ion bermuatan masuk dan memicu impuls listrik.

Temuan itu menunjukkan bahwa sel yang diberi protein tersebut dapat dibuat peka terhadap cahaya. Langkah berikutnya datang dari Deisseroth, yang memasukkan gen pengode channelrhodopsin ke dalam sel saraf tikus dan menggunakan cahaya biru untuk memicu sinyal saraf.

Deisseroth menerbitkan terobosan pada sel saraf tersebut pada 2005. Dua tahun kemudian, menurut ringkasan Nobel, kendali berbasis cahaya dapat diterapkan pada sel saraf di otak tikus hidup.

Gabungan metode genetika dan cahaya itu kemudian dikenal sebagai optogenetika. Keunggulan utamanya adalah kemampuan menargetkan jenis sel tertentu dan mengubah aktivitasnya pada waktu yang presisi, sehingga peneliti dapat menguji hubungan sebab-akibat di dalam sirkuit saraf.

Metode ini telah dipakai untuk menyelidiki sirkuit yang berkaitan dengan ingatan, perasaan, perilaku, serta gangguan neurologis dan psikiatris. Ringkasan Nobel juga menyebut penelitian klinis yang mencoba memanfaatkan pendekatan tersebut untuk memulihkan penglihatan pada orang dengan gangguan visual; penyebutan ini bukan pernyataan bahwa terapi umum sudah tersedia.

Hadiah senilai 12 juta krona Swedia dibagi rata kepada ketiga penerima. Penghargaan tersebut menyoroti perjalanan dari pengamatan dasar pada alga menuju alat eksperimental bagi ilmu saraf, sambil tetap membedakan pengetahuan laboratorium dari penerapan klinis yang masih diteliti.

Sumber (diperiksa 19 Oktober 2026 WIB):

The Nobel Assembly at Karolinska Institutet, siaran pers Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026

https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2026/press-release/

Karl Deisseroth, “Optogenetics”, Nature Methods/PMC, 2011

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6814250/

Foto/ilustrasi: diagram optogenetika, 9 Oktober 2026. Pembuat: Guido4. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:2026-Nobel-Prize-Channelrhodopsin-Hegasy_Illustration.png. Lisensi: CC BY-SA 4.0, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: dipotong di tengah ke rasio 2:1, diubah ukurannya menjadi 1200×600 piksel, dan dikonversi ke JPEG.

Catatan editorial: Disusun dengan bantuan AI dan diperiksa Redaksi Opinix dari sumber primer yang disebutkan. Tidak ada wawancara langsung atau kutipan baru yang direka.

Baca juga